Mengenal Penyakit Diare Pada Si Kecil

Mengenal Penyakit Diare Pada Si Kecil - Anak-anak seringkali menderita diare, benar bukan ? Akan tetapi, seringkali hal itu tidak berlangsung lama dan biasanya tidak berbahaya. Namun, penting bagi kita untuk mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mengurangi dan mencegah diare.

Mengenal Penyakit Diare Pada Si Kecil

Kenali Mengapa Si Kecil Diare

Diare – sering buang air besar encer atau berlendir, umumnya disebabkan oleh infeksi gastrointestinal ( GI ) yaitu infeksi virus, bakteri atau parasite. Kuman tertentu penyebab diare bervariasi , sangat bergantung pada faktor sanitasi, ekonomi, dan kebersihan.

Secara umum, infeksi penyebab diare sangat menular. Pada sebagian besar kasus, infeksi diare dapat menular selama seseorang terjangkit diare dan beberapa infeksi bahkan dapat menular dalam periode waktu yang lebih lama.

Infeksi dapat ditularkan melalui tangan kotor – terkontaminasi  makanan atau air – beberapa hewan peliharaan – kontak langsung dengan kotoran ( misalnya dari popok kotor atau toilet ). Apapun yang bersentuhan dengan kuman dapat terkontaminasi. Ini termasuk mainan, permukaan toilet, bahkan tangan seseorang yang mempersiapkan makanan. Anak-anak dapat terinfeksi saat menyentuh permukaan yang terkontaminasi, seperti toilet atau mainan, dan kemudian memasukkan jari ke mulut mereka.

Penyebab umum dari diare adalah gastroenteritis ( sering disebut ‘ flu perut ‘ yang juga dapat menyebabkan mual dan muntah ). Banyak virus berbeda dapat menyebabkan gastroenteritis. Virus ini dapat bertahan di dalam rumah tangga, sekolah, atau pusat penitipan anak sehingga sangat menular. Meskipun gejala biasanya berlangsung hanya beberapa hari, penderita ( terutama bayi ) yang tidak berhasil mendapatkan asupan cairan yang cukup dapat mengalami dehidrasi.

Infeksi rotavirus merupakan penyebab yang sering menyebabkan gastroenteritis pada anak-anak. Rotavirus biasanya menyebabkan diare berair, meskipun tidak semua akan menunjukkan gejala. Rotavirus sering menyebabkan wabah diare selama musim dingin dan bulan-bulan awal musim semi, terutama pada anak-anak di pusat perawatan dan rumah sakit anak-anak. Akan tetapi, kini telah ditemukan suatu vaksin yang dianjurkan untuk mencegah sekitar 75% dari kasus infeksi rotavirus. 98% dari kasus yang parah memerlukan rawat inap.

Kelompok lain dari virus yang dapat menyebabkan diare pada anak, terutama selama bulan-bulan musim panas, adalah enterovirus, terutama coxackievirus.

Banyak jenis bakteri dan parasite dapat menyebabkan GI dan diare seperti Bakteri E.Coli ( menyebar melalui makanan dan minuman ), bakteri salmonella enteriditis ( ditemukan dalam ayam mentah atau setengah matang yang terkontaminasi dan telur ), Bakteri Campylobacter ( sering ditemukandi pada daging ayam mentah dan setengah matang ), Bakteri Shigella ( menyebar dengan mudah dalam keluarga, rumah sakit, tempat penitipan anak ), Parasit Giardia ( ditemukan pada air yang terkontaminasi seperti taman air dan kolam ), parasite Cryptosporodium ( ditemukan dalam air seperti ditempat-tempat rekreasi dan tempat-tempat umum lainnya ).

Infeksi diare merupakan hal yang lumrah terjadi pada masa kanak-kanak, tetapi diare dapat merupakan gejala dari sejumlah penyakit noninfeksi, terutama ketika berlangsung beberapa minggu atau lebih. Diare juga dapat disebabkan alergi makanan, intoleransi laktosa, atau penyakit pada saluran pencernaan seperti penyakit celiac dan penyakit inflamasi usus.

Tanda dan Gejala

Gejala biasanya mulai dengan sakit perut dank ram diikuti dengan diare yang biasanya berlangsung tidak lebih dari beberapa hari. Infeksi dengan banyak virus, bakteri, dan parasite yang menyebabkan diare juga dapat membawa pada gejala lain seperti demam, kehilangan selera makan, mual, muntah, berat badan, dan dehidrasi. Dalam kasus gastroenteritis virus, pertama-tama anak-ana seringkali mengalami demam dan muntah, lalu diikuti dengan diare.

Pencegahan

Meskipun hamper tidak mungkin untuk mencegah anak-anak dari terkena infeksi yang menyebabkan diare, berikut adalah beberapa langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
  • Pastikan anak-anak mencuci tangan dengan baik dan sering, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan. Mencuci tangan merupakanl langkah pencegahan yang paling efektif untuk mencegah penularan diare dari orang ke orang.
  • Pastikan kebersihan kamar mandi untuk membantu mencegah penyebaran infeksi kuman.
  • Cuci buah dan sayur secara menyeluruh sebelum dimakan karena makanan dan air juga dapat membawa kuman menular.
  • Bersihkan bak cuci dapur dan peralatan masak setelah kontak dengan daging mentah, terutama ungags.
  • Bekukan daging sesegera mungkin setelah Anda beli dari supermarket dan masak daging sampai tidak lagi berwarna merah muda. Setelah makan, bersihkan lemari es dan semua sisa makanan secepat mungkin.
  • Jangan pernah minum dari sungai, mata air, atau danau kecuali otoritas kesehata setempat telah mensertifikasi bahwa air tersebut aman untuk diminum. Di beberapa Negara berkembang, mungkin lebih aman untuk minum hanya air kemasan daripada air dari keran. Juga berhati-hati saat membeli makanan siap saji dari PKL.
  • Jangan mencuci kandang hewan peliharaan atau mangkuk di wastafel sama yang Anda gunakan untuk menyiapkan makanan keluarga.


Kapan harus menghubungi Dokter ?

Hubungi dokter jika anak Anda terkena diare dengan umur yang lebih muda dari 6 bulan atau memiliki episode parah atau diare berkepanjangan, demam 102 derajat F atau lebih tinggi, muntah berulang atau anak menolak untuk minum, sakit perut yang parah, dan diare yang disertai darah atau lendir.

Hubungi dokter segera jika Anak Anda mengalami dehidrasi, seperti tanda-tanda dehidrasi berikut ini.
  • Mulut kering atau lengket.
  • Sedikit atau tidak ada air mata ketika menangis.
  • Mata yang terlihat cekung ke kepala.
  • Soft spot ( fontanel ) diatas kepala yang terlihat cekung.
  • Popok bayi tidak basah dengan air kencing selama 6 sampai 8 jam ( atau hanya jumlah yang sangat kecil urin berwarna kuning gelap ).
  • Kurangnya urin selama 12 jam pada anak yang lebih tua ( atau hanya jumlah yang sangat kecil urin kuning gelap ).
  • Kulit kering.
  • Letargi dan iritabiltas.
  • Kelelahan atau pusing pada anak yang lebih tua.

No comments:

Post a Comment