Mengenal Gangguan Saluran Cerna Pada Usila

Mengenal Gangguan Saluran Cerna Pada Usila - Dengan bertambahnya usila biasanya jumlah gigi juga berangsur-angsur berkurang karena tanggal atau akstraksi atas indikasi tertentu. Ketidaklengkapan gigi-geligi tentu akan mengurangi kenyamanan makan serta membatasi jenis makanan yang dapat dimakan. Produksi air liur dengan berbagai enzim juga mengalami penurunan. Keadaan mulut yang kerings elain mengurangi kenyamanan saat makan juga dapat mengurangi kelancaran saat menelan.

Pada lidah terdapat banyak tonjolan saraf pengecap yang memberikan sensasi rasa seperti rasa manis, asin, gurih, dan pahit. Dengan bertambahnya usia maka jumlah tonjolan saraf pengecap tersebut berkurang sehingga usia lanjut kurang dapat merasakan rasa kecap, akibatnya mereka membutuhkan jumlah gula atau garam lebih banyak dari biasanya untuk mendapatkan rasa yang sama kualitasnya.

Kerongkongan atau esofagus adalah bagian saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dengan lambung. Gerakan esofagus secara ritmis mengalirkan makanan ke lambung dapat mengalami perlambatan secara alamiah terutama pada usia 70 tahun keatas.

Perlambatan turunnya makanan juga dapat sebagai akibat melemahnya kekuatan otot lingkar antara esofagus dan lambung sejalan dengan pertambahan usia.

Pada lambung yang terutama nampak adalah berkurangnya produksi zat hidrogen khlorida ( asam lambung ); hal ini dapat terjadi pada 11% sampai 40% dari populasi. Penurunan keasaman lambung dapat mempengaruhi penyerapan vitamin B12; akibat lain adalah tumbuhnya secara berlebihan bakteri usus halus bagian awal, hal ini berakibat berkurangnya penyerapan vitamin B kompleks dan lemak.

Penurunan sekresi enzim laktase usus halus juga terjadi sesuai dengan penambahan usia, hal ini tampak misalnya pada kejadian diare setelah minum susu yang tinggi laktosa.

Pada usus besar terjadi penurunan kontraktilitas sehingga mudah timbul sembelit atau gangguan buang air besar.

Nah beberapa penyakit saluran cerna yang sering terjadi pada usia lanjut, akan dijelaskan beberapa diantaranya.

Dry Mouth – Sebagai akibat berkurangnya sekresi air liur dapat mengakibatkan mulut kering atau xerostomia. Karena air liur yang amat berkurang maka fungsinya sebagai pelumas akan terganggu; kemampuan merasakan makanan juga akan berkurang; proses mengunyah dan menelan pun akan berpengaruh. Mulut kering ini juga akan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi dan tukak pada rongga mulut.

Disfagia – atau gangguan menelan merupakan hal yang kerap kali ditemukan pada usia lanjut. Disfagia dapat berupa kesulitan menelan maupun menyalurkan makanan dari rongga mulut ke lambung. Gerakan-gerakan esofagus maupun otot lingkar antara kerongkongan dan lambung telah dibicarakan diatas. Akibat disfagia ini maka jumlah dan bentuk makanan menjadi terbatas serta kurang bervariasi sehingga usia lanjut terpajan pada kondisi malnutrisi.

Intoleransi makanan terutama disebabkan oleh susu sehingga timbul diare. Penyebabnya telah disinggung di depan.

Dispepsia – merupakan sekumpulan gejala seperti perut kembung, perih, mual, neg atau makanan seperti tidak mau turun, keluhan ini juga dapat terjadi pada usia lanjut. Mudah dimengerti bila pada kondisi seperti ini asupan nutrien berkurang sehingga mereka menderita kekurangan gizi.

No comments:

Post a Comment