Kenali 3 Jenis Gangguan Penglihatan Pada Usia Lanjut

Kenali 3 Jenis Gangguan Penglihatan Pada Usia Lanjut - Perubahan dan gangguan fungsi tubuh sebagai akibat dari proses menua menyebabkan penurunan dari fungsi faal tubuh secara kompleks, seperti pada penglihatan. Gangguan penglihatan yang terjadi pada Usila biasanya disebabkan oleh degenerasi makular senilis, katarak, dan glaukoma. Seperti di jelaskan secara garis besar berikut ini.

Degenerasi Makular Senilis

Kelainan ini mengakibatkan distorsi visual, penglihatan menjadi kabur serta dapat timbul distorsi persepsi visual. Penyebabnya belum diketahui namun dapat dicetuskan  oleh rangsangan cahaya yang berlebihan. Manfaat pengobatan dengan metode laser masih diperdebatkan.

Katarak

Katarak atau lensa keruh tentu menyebabkan gangguan penglihatan ( penglihatan kabur ), bahkan pada keadaan lanjut hanya dapat membedakan terang dan gelap. Katarak yang terjadi pada usila umumnya diakibatkan oleh dampak pengobatan steroid yang lama, trauma ataupun radiasi. Bila tidak ditemukan penyebabnya, biasanya dikenal dengan idiopatik akibat proses menua.

Penanaman lensa ke dalam bola mata dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pengobatannya. Perlu juga disadari bahwa segera setelah dilakukan operasi tidak berarti penderita dapat langsung melihat dengan sempurna. Pasien maupun keluarga tetap perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya beberapa beberapa penyakit seperti infeksi, berubahnya posisi lensa, penebalan kapsul posterior, dekompresi kornea, ablasio retina serta pembengkakan macula. Penglihatan yang optimal mungkin baru bisa dicapai dalam dua sampai tiga bulan setelah dilakukan tindakan operasi.

Glaukoma

Peningkatan tekanan di dalam bola mata dapat terjadi secara akut ataupun mendadak. Glaukoma akut jarang terjadi pada orang tua, biasanya akibat katarak intumesen  atau tumor di dalam mata. Gejalanya adalah kaburnya pernglihatan yang disertai dengan nyeri, pusing, sampai muntah dan kemerahan pada mata. Pengobatan iridektomi oleh dokter ahli mata biasanya dilakukan pada mata yang sehat dahulu, baru kemudian diikuti pada sisi yang sakit setelah reaksi radang diatasi dengan obat.

Salah satu bentuk glaukoma akut pada usila ialah glaukoma trombotik. Oklusi terjadi pada vena retina bagian sentral dan merupakan gejala sisa dari trauma okular, reaksi inflamasi, diabetes melitus maupun neoplasma intraokular. Keadaan ini berhubungan dengan penyakit sistemik seperti arteritis temporal, hipertensi, diabetes mellitus dan aterosklerosis.

Pengobatan simtomatik dengan steroid topikal atau atropin. Bila timbul keratopati bulosa maka penderita harus dirujuk. Glaukoma kronik lebih sering terjadi pada orang tua. Biasanya asimtomatik ( tidak menimbulkan gejala ), ditemukan secara kebetulan; lapangan pandang menyempit, sedangkan ketajaman penglihatan masih baik.

Pengobatan dengan penghambat beta ( 2 kali sehari ), obat miotikum, garam adrenalin maupun asetasolamid masih pada tempat. Yang perlu di evaluasi ialah luasnya lapangan pandang. Bila terapi medik gagal, biasanya penderita harus dirujuk untuk dilakukan tindakan operatif.

No comments:

Post a Comment