Masalah Hernia Pada Anak

Masalah Hernia Pada Anak
Masalah Hernia Pada Anak - Hernia artinya masuknya alat tubuh melalui suatu celah ke dalam rongga yang bukan tempatnya. Hernia pada anak dapat terjadi di setiap bagian tubuh. Misalnya hernia diafragmatica yaitu masuknya isi perut ke dalam rongga dada; hernia umbilicalis yaitu masuknya usus ke pusar. ( baca juga : mengenal radang usus buntu pada anak )

Hernia yang paling sering ditemukan pada anak adalah hernia inguinalis lateralis, yaitu masuknya isi perut melalui celah dinding perut ke dalam lipat paha atau skro*tum. Jika masuk ke rongga skro*tum populer dengan istilah turun berok. Kelainan ini merupakan kelainan bawaan yang paling sering di jumpai.

Hernia banyak ditemukan pada anak laki, akan tetapi bukan berarti anak perempuan bebas dari hernia. Angka perbandingan penderita hernia pada anak laki-laki dan perempuan adalah kira-kira 8 : 1.

Benjolan daerah Kema*luan


Manifestasi hernia inguinalis lateralis dapat terlihat pada setiap usia, dari bayi baru lahir sampai orang dewa*sa. Gejala yang dirasakan adalah timbulnya benjolan pada lipat paha atau daerah kema**luan. Keadaan ini sering terlihat bila anak sedang menangis, mengejan, atau banyak lari sewaktu bermain. Namun benjolan ini hilang dengan sendirinya bila anak tidur atau istirahat.

Kelainan Bawaan


Penyebab terjadinya hernia pada anak berbeda dengan  orang dewa*sa. Pada orang dewa*sa, umumnya disebabkan karena kerusakan dan kelemahan otot akibat melakukan kerja fisik terlalu berat atau memang usianya sudah lanjut. Pada anak, kelainan ini selalu merupakan kelainan bawaan. Artinya, sejak berada dalam kandungan, bila kelainan ini sudah ada. Perlu ditegaskan, bahwa kelainan bawaan tidak sama dengan kelainan turunan. Jadi, anak dari penderita hernia tidak harus juga menderita hernia. Bila terjadi itu hanyalah kebetulan.

Semua bayi yang baru lahir, baik laki-laki maupun perempuan, sebagian selaput dinding ususnya menonjol masuk ke daerah kema*luan melalui lipat paha. Dengan demikian terdapat hubungan antara kantong bagian lipatan paha dan kantong kema*luan, dengan rongga perut. Kantong-kanong ini disebut procesus vag*inalis peritonei.

Seharunya kantong ini mulai menutup sejak bayi lahir dan menutup sempurna sekitar anak berumur 2 tahun. berdasarkan penelitian, kantong sebelah kiri akan menutup lebih dulu.

Menutup tidaknya kantong tersebut ditentukan diameter lubang kantong. Bila diameter cukup besar, maka isi rongga perut misalnya usus, kantong kencing, atau indung telur anak perempuan dapat masuk. Namun, jika diameter kecil, maka hanya cairan perut yang dapat masuk. Keadaan inilah yag disebut dengan hidrokel.

Adanya benjolan pada kema*luan atau lipat paha yang disebabkan keluar-masuknya isi perut merupakan keadaan yang membahayakan. Karena setiap saat isi perut dapat terjepi. Keadaan inilah yang disebut hernia inkerserata ( hernia terjepit ). Terjepitnya isi perut tersebut harus segera mendapat pertolongan di rumah sakit. Jika tidak, isi perut bisa membusuk.

Jika terjadi hernia terjepit, selain ditemukan benjolan di lipatan paha atau kema*luan, anak tampak kesakitan, gelisah, perut kembung, dan tidak dapat makan atau minum. Akibatnya anak kekurangan cairan yang dapat menimbulkan gangguan keseimbangan fungsi tubuh serta  demam. Di samping itu anak selalu muntah. Muntah yang terjadi terus menerus dapat menimbulkan gangguan paru akibat masuknya cairan muntaj ke dalam paru.

Cara Penanganan


Untuk mencegah kedaan lebih buruk yang di timbulkan akibat hernia, maka tindakan yang paling tepat adalah dengan operasi. Tujuan operasi adalah menutup celah dalam kantong tersebut. Dalam pelaksanaan operasi harus di perhatikan, bahwa anak harus benar-benar dalam keadaan sehat. Artinya bebas dari segala macam penyakit misalnya batuk, pilek dan diare. Kondisi sehat ini perlu karena dalam bentuk apapun, operasi serta pembiusan merupakan trauma bagi anak. Namun, pada kasus hernia terjepit yang memerlukan tindakan operasi segera, seringkali persyaratan kondisi fisik harus fit tidak mutlak dibutuhkan. Terpaksa operasi dilakukan dalam keadaan anak tak sehat.

Dalam kemajuan teknologi pembedahan dan pembiusan, maka operasi hernia dapat dilakukan dengan aman tanpa sedikitpun efek samping. Bahkan di beberapa rumah sakit, operasi ini dilakukan dengan hanya membutuhkan perawatan sehari. Artinya anak boleh pulang setelah operasi selesai dilakukan.
Jika operasi hernia dilakukan dengan hati-hati dan mempergunakan teknik operasi yang benar, maka kemampuan untuk kambuh kecil sekali. Sedang pada usia dewa*sa, penyakit ini mungkin saja kambuh akibat kelainan otot.

Dengan demikian, jelas bahwa hernia pada anak-anak dan segala bentuk komplikasinya tidak dapat di cegah dengan menggunakan  suspensoir ( alat penahan ) yang sekarang ini banyak diiklankan. Satu-satunya cara menangani hernia hanyalah menutup celah hernia melalui operasi.

Banyak orang tua mengkhawatirkan terjadinya kemandulan akibat operasi pada putranya. Memang letak kantong prosesus va*ginalis berdekatan dengan saluran sper*ma. Tetapi adanya kekhawatiran terganggunya saluran sper*ma tersebut tidaklah beralasan.

Sebelum penutupan kantong di lakukan, saluran sper*ma sudah dicari dengan teliti, maka tidak akan melukai saluran sper*ma. Dengan demikian dapat di simpulkan, bahwa operasi hernia pada anak sama sekali tidak akan berpengaruh terhadap kesuburan. Jadi anak tidak akan menjadi mandul karena operasi hernia.

No comments:

Post a Comment