Mengenal Jenis Vaksin Imunisasi dan Manfaatnya

RAGAM INFO KESEHATAN – Anda pernah membawa si kecil ke posyandu untuk mendapatkan penimbangan dan pemberian imunisasi ? Saya yakin semua yang mempunyai bayi dan balita pasti tidak melewatkan masa pemberian imunisasi dasar pada sang buah hati. Salah satu kegiatan utam dari Posyandu adalah pemberian imunisasi. Setiap anak sebelum berusia sati tahun, harus sudah mendapat imunisasi lengkap.

Penyakit ringan seperti batuk, dan pilek, bukan halangan bagi bayi untuk memperoleh imunisasi. Imunisasi atau vaksinasi adalah tindakan pencegahan penyakit yang biasanya menular dan sangat berbahaya pada anak-anak.

Imunisasi dilakukan dengan jalan pemberian kuman atau virus yang sudah di lemahkan ( antigen ). Antigen akan menstimulasi tubuh menghasilkan antibodi ( zat kekebalan ). Apabila pada suatu ketika muncul serangan penyakit secara mendadak, tubuh bayi sudah kebal.

Berikut ini diuraikan beberapa imunisasi yang dapat diberikan pada bayi kecil Anda 

 

BCG ( Bacillus Calmette Guerin )

Vaksin ini mengandung kuman Bacillus Calmette Guerin yang sudah dilemahkan. Kuman yang sudah dilemahkan ini akan menstmulasi tubuh membentuk zat antibodi terhadap penyakit tuberculosis ( TBC ). Imunisasi ini dilakukan pada usia 0-2 bulan dan diulang setiap 5 tahun. vaksinasi dinyatakan berhasil apabila ada bekas suntikan timbul benjolan kecil yang akan mengempis dan meninggalkan bekas luka kecil.

DPT ( Difteri, Pertusis dan Tetanus )

Vaksin ini mengandung toksin kuman difteri dan tetanus yang di lemahkan serta kuman Bordetella Pertusis yang di matikan. Vaksin ini dapat mencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Vaksin DPT dilakukan pada usia 3 bulan dan diulang pada usia 1,5 dan 5 tahun. Setelah disuntik, bayi akan mengalami demam, nyeri dan bengkak selama 1-2 hari.

Poliomyelitis

Vaksin polio mengandung virus campak yang sudah di matikan ( vaksin sabin ) atau virus yang sudah di lemahkan ( vaksin salk ). Jadi, vaksin polio terdiri atas dua macam dengan potensi yang sama, tetapi cara pemberiannya berbeda. Vaksin salk diberikan dengan suntikan, sedangkan vaksin sabin diberikan dalam bentuk cairan atau pil dengan cara di teteskan ke mulut bayi. vaksin ini diberikan pada bayi usia 3 bulan, dan diulang setiap bulan selama 2 bulan berturut-turut. Selanjutnya, diulang kembali pada anak usia 1,5 tahun, menjelang 5 tahun, dan 10 tahun.

Campak

Vaksin campak mengandung virus campak yang sudah di lemahkan. kekebalan akan berlangsung seumur hidup. Vaksin diberikan pada bayi usia 9 bulan dengan efek samping adanya demam ringan atau timbul bercak merah di pipi bawah telinga atau bengkak pada bekas suntikan.

Hepatitis B

Vaksin yang kini banyak di pakai ini diperoleh dari plasma pengidap virus hepatitis B yang sehat, diproses untuk menguraikan bagian virus, kemudian digunakan dalam proses pembuatan vaksin. Sebaiknya imunisasi aktif hepatitis B di berikan pada bayi sejak dini. Bahkan, bayi dari ibu yang diketahui mengidap virus ini, dalam 12 jam setelah lahir harus dilakukan imunisasi pasif dengan memberikan immunoglobulin khusus. Selanjutnya 7 hari kemudian di berikan imunisasi aktif kembali. Imunisasi aktif di berikan 2 atau 3 kali dengan selang waktu sebulan, lalu di ulang 12 bulan kemudian.

MMR ( Measles, Mumps, dan Rubella )

Vaksin MMR mengandung gabungan dari kuman yang sudah di lemahkan. Tujuan vaksinasi ini untuk memperoleh kekebalan tiga jenis penyakit, yaitu campak ( measles ), gondong ( mumps ), dan campak jerman ( rubella ). Vaksin diberikan ketika bayi berusia 15 bulan karena bayi masih memiliki kekebalan pasif sampai usia 6 bulan yang diperoleh dari ibunya.
Demikian beberapa imunisasi dasar yang wajib diberikan pada bayi di posyandu akan memebrikan perlindungan menyeluruh terhadap beberapa penyakit berbahaya dan menular. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, untuk itu, jangan ragu untuk membawa anak ke Posyandu agar menjadi anak yang sehat dan cerdas. Semoga

No comments:

Post a Comment