Mengenal Bahaya Diare Pada Anak

RAGAM INFO KESEHATAN - Apabila Anda menemukan perubahan pada pola defekasi ( buang air besar ) pada anak, seperti frekuensi BAB yang menajdi sering dan konsistensi cair, itu artinya Anak Anda sedang menderita penyakit diare.

Bahaya utama diare pada anak ataupun orang dewa**sa adalah bila frekuensi BAB yang berlebihan, apalagi disertai dengan muntah akan menyebabkan dehidrasi pada anak, dehidrasi jika tidak ditangani dengan baik akan mengancam jiwa anak.

Perlu juga di ketahui bahwa diare pada anak pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal berikut ini :

Virus ( umumnya adalah rotarovirus ), gejalanya: berak-berak air, berbusa, dan berbau asam.
Bakteri, gejalanya berak darah dan lendir disertai sakit perut.
Parasit ( giardiasis ), gejalanya berak disertai darah dan lendir, serta perut terasa mulas.
Alergi Susu, diare ini biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah mengomsumsi susu. Susu yang menyebabkan alergi biasanya adalah susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain, misalnya penyakit infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak, dan lain-lain.

Apa saja gejala khas diare pada anak dan balita ?

Penyebab diare yang paling sering adalah virus. Gejala yang ditimbulkan adalah berak-berak air, berbusa, tidak disertai darah atau lendir, dan berbau asam. Penularan penyakit diare di sebabkan kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti di bawah ini.
Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah tercemari oleh serangga atau terkontaminasi oleh tangan yang kotor.
Bermain dengan mainan yang sudah terkontaminasi, apalagi pada bayi yang sering memasukkan tangan/mainan/apapun kedalam mulut.
Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih
Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.


Pengobatan Diare

Diare yang tidak disertai demam, tidak perlu pengobatan khusus. Cukup menjaga agar si kecil tidak mengalami dehidrasi. Anda cukup mengganti cairan tubuh yang keluar dengan asupan cairan pengganti seperti oralit ataupun makanan cair misalnya, sup hingga diarenya berhenti.

Baca juga : Apa Itu Diare Non Spesifik dan Menu Sehat Anak Diare pada postingan sebelumnya, semoga informasi ini dapat menambah wawasan Anda.

No comments:

Post a Comment