Cara Perawatan dan Pencegahan Keracunan Pada Anak

Cara Perawatan dan Pencegahan Keracunan Pada Anak - Bagaimana mengenali keracunan makanan, tanda dan gejalanya pada anak? Baca artikel sebelumnya tentang “Deteksi dini tanda dan gejala keracunan pada anak”. Nah, pada kesempatan ini kita akan lebih fokus dengan perawatan dan pencegahan keracunan yang terjadi pada anak, yang dapat Anda lakukan sendiri dirumah secara mandiri.

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa keracunan makanan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Nah, untuk membantu sementara agar anak Anda merasa lebih nyaman dan lebih baik, Anda harus memastikan beberapa hal berikut ini.

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa keracunan makanan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Nah, untuk membantu sementara agar anak Anda merasa lebih nyaman dan lebih baik, Anda harus memastikan beberapa hal berikut ini.
  • Pastikan anak mendapatkan cukup istirahat.
  • Usahakan banyak minum untuk melindungi dari bahaya dehidrasi (kurang cairan), Anda dapat memebrikan cairan rehidrasi oral seperti oralit atau cairan lain kecuali susu dan minuman yang mengandung kafein.
  • Menghindari makanan padat dan produk susu sampai diare berhenti, karena makanan padat akan memperberat kerja lambung dalam proses pencernaan makanan, sementara lambung dalam kondisi kurang sehat.

Jangan memberikan obat anti diare. Karena ini akan emmbuat gejala keracunan makanan semakin lama. Bila diare dan muntah berhenti, berikan anak Anda makanan kecil yang lembut dan mudah dicerna, serta rendah lemak selama beberapa hari untuk mencegah sakit perut lebih lanjut. Jika gejala menjadi serius atau Anda melihat tanda-tanda dehidrasi pada anak, segera hubungi dokter Anda.

Mencegah Keracunan Makanan, Bagaimana Caranya ?

Berikut ini beberapa tips yang dapat menjadi referensi Anda dalam merawat anak dengan keracunan makanan.
  • Ajarkan semua anggota keluarga Anda untuk membiasakan mencuci tangan dengan baik dan benar sesering mungkin, setelah toileting, sebelum makan, dan setelah makan. Gunakan sabun dan air hangat dan gosok secara merata paling tidak selama 15 detik.
  • Bersihkan semua peralatan, talenanan, dan permukaan yang Anda gunakan untuk menyiapkan makanan untuk keluarga dengan menggunakan air panas dan air sabun.
  • Jangan pernah mengkomsumsi susu yang belum di pasteurisasi atau produk makanan lain yang mengandung susu non-pasteurisasi.
  • Cuci semua sayuran mentah dan buah-buahan sebelum digunakan.
  • Jauhkan makanan mentah (terutama daging, unggas dan makanan laut) dari makanan lain sampai mereka betul-betul sudah matang.
  • Gunakan makanan yang mudah rusak sesegera mungkin dan jangan disimpan terlalu lama sebelum kadaluarsa.
  • Masak semua makanan dari hewan ke suhu internal yang aman. Untuk daging sapi minimal 160 derajat farenheit (71 derajat celsius). Untuk pemotongan daging padat, suhu aman adalah 145 derajat farenheit (63 derajat Celsius). Untuk ayam dan kalkun, minimal 165 derajat Farenheit  (74 derajat celcius). Masak telur ayam sampai kuning telur benar-benar masak. Ikan umumnya aman dimakan setelah mencapai suhu 145 derajat Farenheit (63 derajat celcius).
  • Dinginkan sisa makanan dengan cepat, sebaiknya dalam wadah yang tertutup rapat.
  • Pencairan makan di kulkas, microwave, atau air dingin. Makanan tidak boleh dicairkan pada suhu kamar.
  • Jika makana sudah kadaluarsa, rasanya aneh, atau berbau aneh, segera dibuang dan jangan digunakan lagi.
  • Bagi Ibu yang sedang hamil, hindarilah semua daging mentah atau kurang matang atau makanan laut, ikan asap, telur mentah dan produk yang mungkin mengandung telur mentah, keju lunak, susu yang tidak di pasteurisasi dan jus, pate, salad instan, daging, dan hot dog.
  • Jangan minum air dari sungai atau sumur yang tidak diobati.
  • Jika seseorang atau anak dalam keluarga Anda mengalami keracunan makanan, laporkan kepada depertemen kesehatan setempat. Pejabat setempat mungkin dapat menentukan penyebabnya dan menghentikan wabah potensial yang dapat memengaruhi orang lain.

No comments:

Post a Comment