Berbahayakah Mimisan Pada Anak ?

Berbahayakah Mimisan Pada Anak ? - Mimisan memang sering terjadi pada Anak.Sebenarnya mimisan merupakan hal yang wajar, sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir.Namun, mimisan juga tidak dapat dianggap remeh karena bisa sebagai pertanda adanya suatu penyakit pada anak.
 

Beberapa Penyebab  Mimisan
  • Anak sering mengorek hidung.Kebiasaan ini karena anak berusaha mengeluarkan kerak di hidung yang mengering atau karena gatal.Kebiasaan ini menyebabkan selaput lendir di bagian depan sekat rongga hidung lecet.
  • Masuknya benda-benda keras kedalam rongga hidung, seperti batu kecil, kancing baju, kapur barus, dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan selaput lendir.
  •  Anak terjatuh atau hidungnya terpukul.
  • Berjalan dibawah sinar matahari yang terlalu terik.
  • Penyakit-penyakit infeksi, seperti influenza, radang sinus, radang rongga hidung yang kronis, dan demam berdarah.
  • Penyakit-penyakit darah, seperti hemofilia ( darah tidak bisa membeku ) dan leukemia.
  • Mimisan dapat bertambah parah, apabila disertai hidung tersumbat.Gejala ini dapat sebagai pertanda adanya tumor dalam rongga hidung.
  • Selama musim dingin kelembapan udara rendah, sehingga mimisan sering terjadi karena rongga hidung kering.keadaan ini tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga bisa menimpa orang dewasa.
Saat anak mengalami mimisan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai berikut :
  • Membersihkan atau mengeluarkan darah dari lubang hidung.Setelah itu menjepit kedua cuping hidung dengan jari tangan selama lima menit.Mintalah anak bernapas melalui mulut.Anak sebaiknya duduk bersandar dengan kepala sedikit menunduk kedepan agar darah tidak mengalir kebagian belakang.
  • Kalau masih mengeluarkan darah, hidung dijepit lagi selama 10-15 menit.Apabila perdarahan belum berhenti, hidung disumbat dengan tampon kain kasa, perban, kapas atau saputangan yang bersih.Pertahankan sumbatan ini sampai anak dibawa ke dokter.
  • Mengompres batang hidung dengan es untuk membantu menghentikan perdarahan, karena es dapat menciutkan pembuluh darah.
  • Secara tradisional mimisan dapat dihentikan dengan memasukkan pucuk daun sirih yang sudah dibersihkan kedalam lubang hidung, karena daun sirih mengandung zat pengerut jaringan.
  • Mencegah timbulnya perdarahan kembali setelah mimisan berhenti dengan menggunakan salep berminyak.Salep ini untuk melembapkan sekat rongga hidung yang kering dan berkerak.Akan tetapi berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anak.Selain itu diberikan pengertian kepada anak untuk tidak mengorek-ngorek rongga hidungnya.
Cara Pencegahan

Apabila tindakan-tindakan seperti diatas sudah dilakukan, tetapi mimisan belum berhenti sebaiknya anak segera dibawa ke dokter.Selama perjalanan menuju ke dokter, anak diusahakan agar selalu dalam posisi menyandar.

Biasanya dokter akan menghentikan perdarahan, mendeteksi, dan mengobati faktor pencetusnya.Selain itu, dokter juga akan membesihkan bekuan darah dalam rongga hidung dengan cotton buds atau alat penyedot.

Pada perdarahan ringan, dokter akan memberikan  obat-obatan anti perdarahan dan pembekuan darah.Apabila terjadi perdarahan cukup parah, dokter akan melakukan pembakaran selaput lendir pada pembuluh darah yang rusak dengan zat kimia atau listrik.

Apabila dengan tindakan-tindakan tersebut mimisan belum juga teratasi, dokter akan memasang tampon hidung.tampon hidung yaitu penyumbat lubang hidung yang terbuat dari kain kasa pembalut yag sudah dibubuhi obat-obatan.Akan tetapi bila mimisan terjadi dibelakang rongga hidung tidak dapat diatasi dengan tampon biasa.Oleh karena itu, dokter akan memasang tampon khusus ( belloque tampon ) menutupi rongga hidung belakang.

No comments:

Post a Comment