Waspadai Penyakit DBD !!!

Seperti pada posting sebelumnya kita membahas tentang " Pengertian dan Penyebab Bronkitis Akut " maka pada kesempatan kali ini kembali kita akan sharing tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ).
Demam berdarah dengue ( DBD ) adalah penyakit yang ditandai dengan :
  • Demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus selama 2 - 7 hari;
  • Manifestasi perdarahan ( petekie, purpura, perdarahan konjungtiva, epistaksis, ekimosis, perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi, hematemisis, melena, hematuri ) termasuk uji Tourniquet ( Rumplee Leede ) positif;
  • Trombositopeni ( jumlah trombosit * 100.000/*1 ) ;
  • Hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit * 20% );
  • Disertai dengan atau tanpa pembesaran hati ( hepatomegali )

Demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus selama 2 - 7 hari;  Manifestasi perdarahan ( petekie, purpura, perdarahan konjungtiva, epistaksis, ekimosis, perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi, hematemisis, melena, hematuri ) termasuk uji Tourniquet ( Rumplee Leede ) positif;

Penyebab
Virus dengue yang sampai sekarang dikenal 4 serotipe ( Dengue-1, Dengue-2, Dengue-3, Dengue-4 ), termasuk dalam grup B Arthropod Borne Vorus ( Arbovirus ), Ke-empat serotipe viris ini telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa Dengue-3 sangat berkaitan dengan DBD berat dan merupakan serotipe yang paling luas distribusinya disusul oleh Dengue-2, Dengue-1, dan Dengue-4.

Cara Penularan
Penularan DBD umumnya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun.Nyamuk penular DBD ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat dengan ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut.

Gambaran Klinis
Masa inkubasi biasanya berkisar antara 4 - 7 hari.

Demam : Penyakit ini didahului oleh demam tinggi yang mendadak, terus menerus berlangsung 2-7 hari.Panas dapat turun pada hari ke-3 yang kemudian naik lagi, dan pada hari ke-6 atau ke-7 panas mendadak turun.

Tanda-tanda perdarahan :
Perdarahan terjadi disemua organ.Bentuk perdarahan dapat hanya berupa uji Tourniquet ( Rumplee leede ) positif atau dalam bentuk satu atau lebih manifestasi perdarahan sebagai berikut : petekie, purpura, perdarahan konjungtiva, epistaksis, ekimosis, perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi, hematemisis, melena, hematuri.Petekie sering sulit dibedakan dengan bekas gigitan nyamuk.untuk membedakannya regangkan kulit, jika hilang maka bukan petekie.Uji Tourniquet positif sebagai tanda perdarahan ringan, dapat dinilai sebagai presumptif test ( dugaan keras ) oleh karena uji Tourniquet positif pada hari-hari pertama demam terdapat pada sebagian besar penderita DBD.Namun uji Tourniquet positif dapat dijumpai pada penyakit virus lain ( campak, demam chikungunya ), infeksi bakteri ( Thypus Abdominalis ) dan lain-lain.Uji Tourniquet dinyatakan positif, jika terdapat 10 atau lebih petekie pada seluas 1 inci persegi ( 2,5 x 2,5 cm ) di lengan bawah bagian depan ( volar ) dekat lipat siku ( fossa cubiti ).

Pembesaran hati ( hepatomegali )
Sifat pembesaran hati :
  • Pembesaran hati pada umumnya dapat ditemukan pada permulaan penyakit.
  • Pembesaran hati tidak sejajar dengan beratnya penyakit.
  • Nyeri tekan sering ditemukan tanpa disertai ikterus.
Renjatan ( syok)
Tanda-tanda renjatan :
  • Kulit teraba dingin dan lembab terutama pada ujung hidung, jari tangan dan kaki.
  • penderita menjadi gelisah
  • Sianosis di sekitar mulut.
  • nadi cepat, lemah, kecil sampai tak teraba.
  • Tekanan nadi menurun, sistolik menurun sampai 80 mmHg atau kurang.
Sebab renjatan : karena perdrahan, atau karena kebocoran plasma ke daerah ekstra vaskuler melalui kapiler yang terganggu.

Trombositopeni :
  • Jumlah trombosit *100.000/*1 biasanya ditemukan diantara hari ke 3-7 sakit.
  • Pemeriksaan trombosit perlu diulang sampai terbukti bahwa jumlah trombosit dalam batas normal atau menurun.
  • Pemeriksaan dilakukan pada saat pasien diduga menderita DBD, bila normal maka diulang tiap hari sampai suhu turun.
Hemokonsentrasi ( peningkatan hematokrit )

Meningkatnya nilai hematokrit (Ht) menggambarkan selalu dijumpai pada DBD, merupakan indikator yang peka terjadinya perembesan plasma, sehingga dilakukan pemeriksaan hematokrit secara berkala.Pada umumnya penurunan trombosit mendahului peningkatan hematokrit.Hemokonsentrasi dengan peningkatan hematokrtit * 20% ( misalnya 35% menjadi 42%: 35/100 x42 = 7, 35+7=42 ),mencerminkan peningkatan permeabilitas kapiler dan perembesan plasma.Perlu mendapat perhatian, bahwa nilai hematokrit dipengaruhi oleh penggantian cairan atau perdrahan.Penurunan nilai hematokrit *20% setelah pemberian cairan yang adekuat, nilai Ht diasumsikan sesuai nilai setelah pemberian cairan.

Gejala klinik lain :
  • Gejala klinik lain yang dapat menyertai DBD adalah nyeri otot, anoreksia, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare atau konstipasi, dan kejang.
  • Pada beberapa kasus terjadi hiperpireksia disertai kejang dan penurunan kesadaran sehingga sering diagnosis sebagai ensefalitis.
  • keluhan sakit perut yang hebat sering kali timbul mendahului perdarahan gastrointestinal dan renjatan.
Diagnosis

Tersangka Demam Berdarah Dengue
Diagnosis tersangka Demam Berdarah Dengue apabila demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus selama 2-7 hari disertai menaifestasi perdarahan ( sekurang-kurangnya uji Torniquet positif ) dan atau trombositopenia ( jumlah trombosit * 100.000/*1 ).

Penderita Demam Berdarah Dengue derajat 1 dan 2
diagnosis Demam berdarah dengue ditegakkan atau dinyatakan sebagai penderita DBD apabila demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus selama 2-7 hari disertai manifestasi perdarahan ( sekurang-kurangnya uji Torniquet positif ), trombositopenia, dan hemokonsentrasi ( diagnosa klinis ).atau hasil pemeriksaan serologis pada Twrsangka DBD, menunjukkan hasil positif pada pemeriksaan HI test terjadi peninggian ( positif ) IgG saja atau IgM dan IgG pada pemeriksaan dengan rapid test ( diagnosis laboratoris ).

Penatalaksanaan :

Pada Anak
  • Adakah tanda kedaruratan yaitu tanda syok ( gelisah, nafas cepat, bibir biru, tangan dan kaki dingin, kulit lembab ), muntah terus menerus, kejang, kesadaran menurun, muntah darah, tinja darah, maka penderita perlu dirawatdan dirujuk ke RS.
  • Bila tidak ada tanda kedaruratan, periksa uji Torniquet dan hitung trombosit : Bila uji Tourniquet positif dan jumlah trombosit * 100.000/*I penderita dirawat/dirujuk.dan bila uji Tourniquet negatif dengan trombosit > 100.000/*I atau normal, pasien boleh pulang dengan pesan untuk datang kembali setiap hari sampai suhu turun.pasien dianjurkan minum banyak, seperti air teh, susu, sirup, oralit, jus buah dan lain-lain.Berikan obat golongan parasetamol untuk menurunkan demam jangan dari golongan salisilat.Apabila selama dirumah demam tidak turun pada hari ke 3, evaluasi tanda klinis adakah tanda-tanda syok, yaitu anak menjadi gelisah, ujung tangan dan kaki dingin, sakit perut, tinja hitam, kencing berkurang, bila perlu periksa hb,Ht dan trombosit.apabila terdapat tanda-tanda syok atau terdapat peningkatan Ht atau penurunan trombosit, segera rujuk ke rumah  sakit.
Pada Orang Dewasa
  • Pasien yang dicurigai menderita DBD dengan hasil Hb,HT dan Trombosit dalam batas normal dapat dipulangkan dengan anjuran kembali kontrol dalam waktu 24 jam berikutnya atau bila keadaan pasien memburuk agar segera kembali ke Puskesmas atau fasilitas Kesehatan lainnya.Sedangkan pada kasus yang meragukan indikasi rawatnya, maka untuk sementara pasien tetap di observasi dengan anjuran minum yang banyak.serta diberikan cairan parenteral sebanyak 500 cc dalam 4 jam.Setelah itu dilakukan pemeriksaan ulang Hb,Ht dan trombosit. Baca juga : Musim Hujan Telah Tiba, Waspada Demam Berdarah
Referensi : Dari berbagai Sumber


No comments:

Post a Comment